Minggu, 03 Januari 2010

Individual differences

PERBEDAAN INDIVIDUAL
(Sumber : Individual Differrences - Linda Hicks)

PENDAHULUAN
Organisasi terdiri dari individu-individu yang bekerja sama dan bekerja bersama-sama. Individu memiliki kemampuan, kepribadian, pengalaman belajar dan sikap yang berbeda-beda. Tidaklah mengherankan bahwa mereka memandang pekerjaan dari berbagai cara/sudut pandang. Menekankan perbedaan individual dan menghargai keanekaragaman adalah pendorong utama dalam mencari kesetaraan di tempat kerja. Pengakuan kesetaraan menjadi sesuatu yang sangat mendasar untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Perbedaan antara individu dapat menjadi sumber pengembangan kreativitas tiap individu, atau jika salah dalam memanage justru dapat menjadi akar konflik dan frustrasi. Ini adalah salah satu tugas manajemen untuk mengenali dan memanfaatkan potensi/ bakat-bakat individu demi pencapaian visi dan misi organisasi.
Dalam lingkup pendidikan perbedaan individual ini juga harus mendapatkan perhatian khusus. Meski kebanyakan lembaga pendidikan bersifat klasikal namun pendekatan individual dalam pelayanan dan penanganan masalah sangat dibutuhkan demi tercapainya tujuani lembaga tersebut. Diperlukan pemahaman mendasar dan benar dari para pelaku pendidikan bahwa perbedaan individu merupakan tantangan sekaligus peluang dalam mengeksplorasi potensi peserta didik.


POKOK-POKOK PIKIRAN
a. Hubungan perubahan di tempat kerja/tempat belajar dan pentingnya menghargai perbedaan dan keberagaman.
b. Pentingnya kontribusi individu pada organisasi/lembaga dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dan kinerja individu.
c. Kesulitan pokok dalam mempelajari kepribadian dan menerapkan teori-teori kepribadian dalam pekerjaan/pendidikan.
d. Bagaimana mengidentifikasi dan mengukur perbedaan kemampuan, dan bagaimana tes psikologi digunakan di tempat kerja/lembaga pendidikan dengan tepat.
e. Pentingnya sikap, fungsi/peran individu, perubahan dan pengukuran, dengan referensi khusus budaya organisasi.
f. Penerapan prinsip-prinsip perubahan sikap ke tempat kerja/belajar.
g. Pentingnya penelitian gender dan perilaku organisasi, serta posisi dan status perempuan.
h. Mempertimbangkan cara-cara untuk membudayakan kesetaraan di tempat kerja demi keseimbangan kehidupan kerja (Dalam dunia pendidikan masalah gender tidak terlalu tampak)..


GARIS BESAR PEMBAHASAN

Pengelolaan Individu di Tempat Kerja/Belajar
Individu adalah titik awal studi dan analisis perilaku dalam organisasi. Salah satu persyaratan penting dari organisasi adalah motivasi kerja individu dalam suasana kerja di mana tujuan bersama dapat dicapai. Menekankan perbedaan individu dan menghargai keragaman adalah kekuatan baru untuk membantu mencapai agenda bisnis dalam kesetaraan. Atau dalam dunia pendidikan hal ini merupakan kekuatan untuk mengukir prestasi dan keberhasilan peserta didik. Namun, organisasi mungkin memerlukan bukti bahwa keberagaman mempromosikan isu-isu akan mengakibatkan daya saing yang lebih besar. Salah satu faktor yang membedakan manajer yang sukses dalam setiap organisasi adalah kemampuan mereka untuk mengelola hubungan dan benar-benar memberikan yang terbaik bagi pegawai dan membuat suatu catatan kemajuan kinerja bagi tiap pegawai. Mengelola hubungan baik tergantung pada pemahaman dan kesadaran staf serta bakat, kemampuan, kepentingan dan motif tiap-tiap orang. Hal ini juga tergantung pada keterampilan sosial yang efektif dan kecerdasan emosional dari m.

Peserta didik dalam sekolah juga merupakan individu-individu yang memiliki keragaman kemampuan, bakat dan karakter. Jadi, meski proses pembelajaran di kelas dilaksanakan secara klasikal, karena daya tangkap, minat dan kemampuan mereka berbeda, namun potensi individual harus dikembangkan dan dikelola dengan bijaksana. Pimpinan sekolah beserta staf harus mampu memanage kurikulum sekolah serta aplikasinya dengan memperhatikan perbedaan individu peserta didik, sehingga setiap peserta didik dapat berkembang optimal.





Beberapa hal yg berkaitan dengan
perbedaan/kekhasan individu
(maaf tidak dapat dilihat!)

























Bakat dan Kepribadian
Mendorong dan mengembangkan bakat/kemampuan masing-masing anggota sangat penting bagi individu dan organisasi. Ini merupakan tugas penting manajemen. Mengenali dan meningkatkan bakat dan potensi individu sangat penting untuk memastikan bahwa banyak peran dan fungsi dari sebuah organisasi dapat terlayani secara efektif. Namun, perbedaan antara individu dapat juga menjadi sumber masalah dan konflik. Perbedaan kepribadian, sikap dan nilai-nilai dapat mengakibatkan polarisasi dan diskriminasi. Sebaliknya penanganan yang tepat akan perbedaan tersebut akan menumbuhkan energy besar demi kemajuan organisasi.

Lembaga pendidikan memiliki tugas pokok mengembangkan bakat dan kemampuan individual peserta didik. Di samping itu kepribadian mereka juga harus berkembang sempurna. Adalah tugas sekolah untuk menemukan dan menumbuhkan potensi-potensi khusus individu. Pembelajaran klasikal dilaksanakan kecuali untuk menyampaikan kegiatan pembelajaran yang sifatnya umum, juga untuk melatih dan membiasakan individu bersosialisai dengan berbagai tipe manusia. Sekolah adalah miniatur masyarakat. Apa yang dialami di sekolah adalah merupakan persiapan apa yang akan dialami di masyarakat.



Pendekatan Nomotetic dan Idiographic
Peningkatan kesadaran diri dan percepatan pembangunan kepribadian sangat penting untuk pendidikan manajer. Pemahaman karakteristik, kekuatan dan kelemahan mereka sendiri dapat mengarah ke pemahaman lebih baik akan kepribadian orang lain. Pendekatan nomotetic dan idiographic dapat dipergunakan dalam mempelajari dan memahami kepribadian orang lain. Pendekatan Nomotetic menekankan pada pentingnya penggunaan protokol dan teknik yang sistematis. Pendekatan ini dilakukan dengan penyusunan tes ilmiah dan analisis data menggunakan teknik kuantitatif.
Akan tetapi pendekatan ini perlu digabung/dilengkapi dengan pendekatan idiographic. Pendekatan Ideographic didasari pada pandangan bahwa seseorang hanya dapat memahami dunia sosial dengan mendapatkan pengetahuan secara langsung dari subjek yang diteliti. Pendekatan ini menekankan pada analisis latar belakang subjek, analisa subjektif yang didapat dari keterlibatan langsung subjek pada suatu situasi dan analisa apa yang dirasakan oleh subjek.

Meski ada sementara psikolog tidak setuju dalam hal kepentingan relatif dari faktor-faktor tertentu, ada banyak yang bisa diperoleh dari kedua pendekatan, baik idiographic maupun nomotetis. Teknik-teknik penilaian kepribadian telah ditemukan untuk membantu dalam hal pengetahuan dan penemuan diri serta mempercepat tersedianya pusat-pusat penilaian. Dalam memantau perkembangan individu, pemahaman tentang penyebab perilaku dan pengalaman masa lalu dapat membantu dalam hal perencanaan masa depan.

Dalam beberapa kasus yang terjadi di lingkup sekolah terungkap, bahwa perilaku menyimpang atau ekstrim dari peserta didik berhubungan erat dengan keberadaan individu dalam lingkup keluarga dan masyarakatnya. Oleh sebab itulah penanganan masalah yang bersifat individu sangat perlu dilandasi dengan pemahaman yang mendalam akan situasi latar belakang individu tersebut.

Aplikasi dan Pengujian
Faktor utama yang mempengaruhi kualitas kinerja karyawan adalah kemampuan dan karakter yang bersangkutan. Memastikan bahwa orang yang dipilih tepat untuk bekerja pada posisinya dan mampu menggunakan kecerdasan mereka secara efektif adalah sebuah proses personal kritis. Untuk tujuan tersebut penggunaan tes psikologi secara tepat dapat sangat membantu. Akan tetapi, tes bukanlah obat mujarab dan jika digunakan secara tidak tepat dapat mengakibatkan rasa aman yang palsu.

Dalam dunia kerja tes psikologi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam merekrut dan menempatkan seseorang dalam posisi tertentu. Sedangkan dalam dunia pendidikan tes psikologi bermanfaat untuk menemukan kemampuan dasar serta karakter dan kepribadian seorang peserta didik. Kemampuan dasar, karakter dan kepribadian sangat erat kaitannya dengan kemampuan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dan pembinaan. Situasi khusus yang sifatnya individual tersebut merupakan data penting sebagai dasar memberikan bimbingan dan pendampingan, terlebih saat individu mengalami permasalahan kejiwaan.

Pengujian sikap sangat penting dalam memilih calon karyawan dan manajer masa depan, namun langkah-langkah pengamatan informal sering digunakan. Mengingat kesulitan pengukuran sikap dan keraguan yang berhubungan dengan meramalkan perilaku, penilaian seperti ini penuh dengan masalah. Manajer dapat memegang asumsi dan keyakinan yang salah tentang rekan-rekan mereka. Tanpa alat ukur untuk mengukur sikap ini, keputusan manajemen tidak dapat dilakukan dengan efektif. Sikap dapat mengambil sebuah keputusan demikian, yang dipelihara oleh budaya organisasi, menjadi sangat bertolak belakang terhadap perubahan. Selain itu, kekuatan sikap harus diakui terutama yang berkaitan dengan anggota baru yang berpengaruh terhadap organisasi dan perkembangan diri mereka.



Kesetaraan (Gender)
Dalam dunia kerja sering dirasakan benar perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan. Pembedaan hak dan kewajiban sering berdampak negative bagi masalah kesetaraan. Diperlukan penelitian khusus oleh organisasi atau perusahaan agar masalah gender ini tidak menimbulkan dampak buruk. Di satu sisi perempuan harus diakui kekhasannya, sehingga ia harus diperlakukan berbeda dengan laki-laki. Sebagai contoh perempuan harus memiliki hak-hak khusus seperti halnya hak cuti melahirkan dan lain-lain. Di lain pihak perempuan harus memperoleh hak yang sama dengan laki-laki, misalnya dalam karir dan penghasilan. Tentu hal ini membutuhkan kebijakan yang tepat.

Jadi peran perempuan tidak sama dengan laki-laki, namun perempuan tidak boleh serta merta dinomorduakan. Pendekatan yang berbeda diambil oleh para psikolog menawarkan perspektif yang saling melengkapi untuk menganalisis perilaku individu, terutama juga antara laki-laki dan perempuan. Solusi praktis untuk kerja yang fleksibel dapat menghasilkan keuntungan bersama bagi karyawan dan majikan, tapi evaluasi praktik ini adalah hasil yang diperlukan. Analisis ini dikembangkan lebih lanjut dalam bab-bab berikut yang meneliti pentingnya proses persepsi, belajar dan sifat motivasi kerja.

Pembedaan hak dan kewajiban antara peserta didik laki-laki dan perempuan dalam sekolah tidak selalu tampak. Namun demikian mereka tetap harus dipahami dalam perspektif berbeda. Pendekatan individual dalam memberikan bmbingan dan pendampingan bagi mereka tentu berbeda mengingat secara psikologis mereka memiliki perbedaan mendasar. Akhirnya, perbedaan individu bukan saja perbedaan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga antar manusia, karena tiap manusia memiliki perbedaan khas di samping persamaan derajat.

REFLEKSI
Sangatlah penting dipahami bahwa mengelola perusahaan atau organisasi adalah mengelola orang banyak, dan setiap orang adalah suatu individu yang khas dan unik. Banyak teori dan model-model perilaku manusia muncul untuk dapat diterapkan pada manusia secara umum. Tentunya kita harus lebih peduli dengan studi tentang perbedaan-perbedaan di antara individu, bukan terutama kesamaan di antara manusia. Pengelolaan perbedaan antar manusia dalam suatu komunitas akan merupakan kekuatan untuk memajukan komunitas tersebut.

Apa yang dapat kita lakukan?
Kepribadian yang unik dimiliki setiap manusia tidak pernah lepas dari pengaruh kebudayaan di mana kita tinggal. Kecuali itu norma-norma dan kebiasaan yang hidup dalam keseharian kita merupakan bahan pokok pembentuk kepribadian. Lingkungan di mana kita berada memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian kita.
Bagaimana kita menggambarkan faktor-faktor lingkungan yang telah membantu membentuk kepribadian kita dan bagaimana ini diwujudkan dalam lingkungan kerja?


Markus Basuki/MKPP/Pasca Sarjana UMM 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar